Rabu, 31 Maret 2010

Format Harddisk


Apabila kita memasang harddisk baru dalam langkah untuk menginstalls komputer maka harus melalui langkah diantaranya : Partisi harddisk dan Format harddisk.

1. Partisi Harddisk
    Partisi merupakan suatu langkah untuk membagi harddisk menjadi beberapa bagian : biasanya penulis membagi partisi menjadi 3 bagian: ( Partisi C: untuk System, Partisi D: untuk Data01, Partisi E: untuk Data02). Dalam membagi partisi biasa kita lakukan sebelum Instalasi OS (Windows/Linux), untuk merubah partisi dapat kita gunakan Partition Magic, untuk windows 7 di dalam sudah bisa untuk merubah partisi tanpa software tambahan.


2. Format Harddisk
    Format merupakan suatu langkah untuk mengatur harddisk menjadi track dan record agar dapat ditulis dan dibaca kembali, dalam format harddisk dikenal FAT dan NTFS. Disini akan di jelaskan apa perbedaan antara NTFS dan FAT agar kita dapat memilih mana yang lebih cocok NTFS VS FAT.

Windows mempunyai 3 jenis partisi yang dapat kita gunakan :

FAT 16 = File Allocation Table 16
FAT 32 = File Allocation Table 32
NTFS = NT File System

FAT16
FAT16 dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981. Awalnya, Sistim ini didesign untuk mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. Keuntungan FAT16 adalah file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/ME, OS/2, Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar hard disk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.

FAT32
FAT32 mulai dikenal pada sistem Windows 95 R2, dan merupakan pengembangan dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa dikenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows XP karena Windows XP tidak peduli  file sistem apa yang di gunakan pada partisi.

NTFS
NTFS dikenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar-benar berbeda dibanding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows XP dan apabila anda melakukan upgrade Windows, biasa anda akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. Namun jika anda sudah melakukan upgrade pada Windows XP dan tidak melakukan perubahan NTFS itu bukan masalah karena anda bisa mengkonversinya ke NTFS kapanpun. Namun ingat bahwa apabila anda sudah menggunakan NTFS akan muncul masalah jika ingin downgrade ke FAT tanpa kehilangan data.

Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila anda melakukan StartUp Boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah. Namun dengan teknologi Windows XP sekarang yang mempunyai Recovery Tool sendiri tidak menjadi masalah lagi.

NTFS v.s. FAT
Jika anda menjalankan lebih dari 1 Operating System di pc anda , anda mungkin perlu menyediakan partisi untuk FAT. Anda bisa memasukkan file / program ke partisi tersebut karena FAT bisa di akses oleh Operating System apapun di harddisk anda. Tapi perlu di ingat, FAT tidak mempunyai security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (read, write, delete, execute). Dalam kasus lain bahkan bisa dilakukan antar jaringan apabila terkoneksi jadi jangan menyimpan file penting dalam FAT System.

Sumber: http://www.ilmukomputer.com


Tidak ada komentar: