Kamis, 27 Agustus 2015

Menggunakan ISO Pada Kamera


Setelah membahas dua pengaturan (shutter speed dan aperture) untuk membentuk sebuah eksposur (exposure) secara manual, maka selanjutnya kita melangkah ke pengaturan yang terakhir yaitu ISO.
Singkatnya bahwa ISO itu adalah pengaturan untuk menentukan tinggi rendahnya cahaya pada hasil foto Anda. Saya menguraikan definisi tersebut dalam kalimat yang mudah Anda pahami. Apa benar definisi ISO di atas sudah bisa Anda pahami? Kalau iya, oke, kita lanjut.

Seperti yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa tidak selalunya Anda berhadapan dengan kondisi cahaya yang cukup terang. Akan ada saat dimana Anda memotret dalam ruangan atau di malam hari. Pada kondisi seperti itu cahaya sangat minim dan Anda membutuhkan pengaturan dukungan dari ISO untuk memaksimalkan kualitas cahaya pada foto Anda.

Memang ada cara lain untuk menghadapi kondisi yang kurang cahaya yaitu dengan mengatur shutter speed menjadi lambat agar banyak cahaya yang masuk ke sensor. Akan tetapi trik ini memiliki resiko terjadi motion / blur pada hasil foto Anda. Oleh sebab itu mengatur ISO tinggi adalah solusinya tapi itupun juga memiliki resiko timbulnya noise pada foto.
Mengapa tidak menggunakan bantuan flash?
Tidak semua orang menyukai hasil foto menggunakan bantuan flash, dan tidak setiap situasi cocok menggunakan flash. Karena ini tentang ISO maka artikel ini membahas cara memanfaatkan ISO sebagai solusi bukan dengan flash.

Nilai ISO

Nilai ISO memiliki kelipatan "x2" dan ISO default atau terendah adalah 100. Sedangkan kelipatannya yaitu 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400. Kelipatan atau tingkatan ISO tersebut dinamai dengan "stop". Jadi! Jika ada yang menyebut "naik 1 stop" maka berarti ISOnya naik dari nilai 100 ke 200.

Nilai ISO Ideal

Sulit menentukan mana nilai ISO ideal karena itu tergantung kebutuhan dan kondisi cahaya ditempat Anda memotret. Namun untuk menghasilkan foto dengan kualitas aman maka Anda bisa menggunakan ISO antara 100-400. ISO tertinggi yang disarankan agar tidak menimbulkan noise yaitu 800. Akan tetapi ada pula kondisi dimana Anda membutuhkan ISO hingga 3200. Kesimpulannya semua tergantung kebutuhan Anda.

Cara Mengatur ISO

Menu shutter speed, aperture dan ISO saling berdekatan. Oleh sebab itu sangat mudah Anda temukan 3 pengaturan tersebut. Perhatikan gambar di bawah:
Pilih menu ISO sesuai dengan gambar di atas dan silahkan pilih nilai ISO yang Anda butuhkan.

Sumber: Kelasfotografi.com, Wikipedia.com

Tidak ada komentar: